Diperiksa di “Lounge” Mapolresta Surakarta, Jokowi Disorot Publik, Polisi Klarifikasi Ruangan dan Sita Ijazah Asli


Metrojabaronline.com
Surakarta, — Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan terkait dugaan penggunaan ijazah palsu. Pemeriksaan dilakukan oleh tim penyidik dari Polda Metro Jaya di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, pada Rabu (23/7), menyusul ketidakhadiran Jokowi dalam jadwal pemeriksaan sebelumnya di Jakarta karena alasan kesehatan.

Pemeriksaan digelar di lantai dua Mapolresta Surakarta dan berlangsung selama tiga jam, dimulai pukul 10.15 WIB dan berakhir sekitar pukul 13.15 WIB. Jokowi didampingi oleh kuasa hukumnya, Yakup Hasibuan, serta tampak hadir adik iparnya, Wahyudi Andrianto, dan seorang teman sekolah dari SMAN 6 Solo.

Namun, proses pemeriksaan ini menimbulkan sorotan publik setelah beredar foto yang memperlihatkan Jokowi tidak diperiksa di ruang penyidik formal, melainkan di sebuah ruangan luas yang menyerupai lounge. Dalam foto tersebut, Jokowi terlihat berbincang santai dengan penyidik, dan ruangan itu bahkan bertuliskan "Polres Lounge Surakarta" di temboknya.

Hal ini memicu pertanyaan tentang profesionalisme dan standar prosedural dalam penegakan hukum terhadap tokoh publik.

Polisi Klarifikasi: Ruangan Bukan Disiapkan Khusus

Menanggapi polemik tersebut, Kasihumas Polresta Surakarta, AKP Umi Supriati, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa ruangan yang digunakan bukanlah ruang pemeriksaan biasa, melainkan ruangan yang biasanya digunakan untuk pertemuan dan menerima tamu.

“Lounge Polresta Surakarta itu memang luas, biasa digunakan kalau ada tamu-tamu. Bukan ruang pemeriksaan harian kasus. Kebetulan aula dan ruang lainnya sedang dipakai karena ada audit,” ujar Umi saat dikonfirmasi.

Umi juga menepis dugaan bahwa ruangan itu disiapkan secara khusus untuk memfasilitasi Jokowi. Ia memastikan bahwa saksi-saksi lain yang diperiksa dalam perkara ini juga menggunakan ruangan yang sama.

“Teman-teman Pak Jokowi juga diperiksa di situ. Bahkan ruangan itu juga kerap dipinjam Polda atau Mabes Polri karena ukurannya yang luas,” jelasnya.

Ijazah Asli SMA dan UGM Disita

Usai pemeriksaan, penyidik Polda Metro Jaya menyita dua dokumen penting milik Jokowi, yakni ijazah SMA dari SMAN 6 Solo dan ijazah Sarjana dari Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai barang bukti untuk kepentingan pembuktian dan proses penyidikan.

“Tadi juga sudah dilakukan penyitaan ijazah SMA dan ijazah S1 Pak Jokowi. Dalam rangka pembuktian dan penyidikan,” ujar Yakup Hasibuan.

Yakup menyambut baik langkah penyidik tersebut, dan menyatakan bahwa pihaknya sejak awal terbuka dan siap mengikuti seluruh proses hukum.

“Kami sangat welcome karena itu bagian dari proses investigasi dan transparansi hukum,” tambahnya.

Catatan Redaksi:
Foto dan suasana pemeriksaan yang viral menjadi sorotan penting dalam konteks transparansi dan kesetaraan perlakuan hukum. Meski polisi menyatakan ruangan itu digunakan karena alasan teknis, publik tetap menuntut agar proses hukum dijalankan secara profesional dan tak meninggalkan kesan perlakuan istimewa terhadap tokoh tertentu.

FRN 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siloka Disdukcapil Kab.Bogor, Cara Mudah Daftar dan Cetak E-KTP

Laskar Merah Putih Perjuangan ( LMPP ) Gelar Sosialisasi dan Konsolidasi Pengurus MADA Jawa Barat

Pembangunan Renovasi proyek di RSUD Sumedang Ricuh